Langsung ke konten utama

Paragraf Ekspositorik Dan Paragraf Sugestif

1. Narasi Ekspositorik
Caesar berasal dari keluarga bangsawan. Dia memperoleh pendidikan yang baik dan ketika muda dia sudah terjun ke dunia politik. Berbagai jabatan yang pernah dipegangnya, pertumbuhan karier politiknya yang mengesankan, hubungan persekutuan yang pernah dibuatnya, secara detail tidak akan dijabarkan disini. Namun, pada tahun 58 SM ketika usianya menginjak 42 tahun, Julius Caesar ditunjuk sebagai gubernur yang membawahi tiga provinsi di Roma : Cisalpine Gaul (bagian utara Italia), Illyricum(daerah pantai Yugoslavia kini) dan Narbonese Gaul (pantai selatan Prancis sekarang). Di bawah komandonya saat itu ada empat pasukan Romawi yang beranggotakan 20.000 tentara. 
Selama tahun-tahun antara 58-51 SM, Caesar menggunakan pasukan itu menyerbu dan menaklukkan sisa daerah Gaul, daeerah yang kira-kira terdiri dari Prancis dan Belgia ini, berikut bagian-bagian dari Swiss, Jerman dan Negeri Belanda. Meskipun jumlah pasukannya sangat sedikit, dia berhasil memukul orang-orang Galik dan sekaligus memperluas daerah kekuasaan Romawi hingga mencapai sungai Rhine. Dia juga mengirimkan dua ekspedisi ke Inggris, tetapi tidak berhasil menaklukkan secara permanent. 



2. Narasi Sugestif

Hari senin merupakan hari yang sangat melelahkan, karena suasana liburan masih terasa saat rutinitas kembali. Jika pada umumnya hari senin adalah awal semangat berutinitas namun hal itu tidak terjadi padaku. Berawal dari pagi hari yang dimulai untuk mempersiapkan alat alat sekolah. Dilanjutkan dengan rutinitas sekolah yang membuatku merasa masih ingin merasakan lebih lama liburan. Rutinitas sekolahku selesai pada pukul 3 sore. Saat sesampainya dirumah aku segera mandi dan makan sembari beristirahat sejenak. Istirahatpun tidak teralu lama karena harus mengerjakan tugas tugas sekolah yang belum selesai aku kerjakan.

Komentar

  1. Membantu๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘

    BalasHapus
  2. Sedikit masukan dari saya , hendaknya penulis juga menerapkan penegertian dari narasi Ekspositorik dan Narasi Sugestif kemudian setelahnya membuat contoh. Selebihnya cukup membantu dalam pembelajaran. Terimakasih. :)

    BalasHapus
  3. Tulisan nya sangat embantu. Terimakasi

    BalasHapus
  4. Sangat membantu๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜‡

    BalasHapus
  5. Tulisan yang sangat bagus dan berguna.
    Tetaplah berkarya dalam ber sastra demi bangsa kemasa yang lebih gemilang๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘

    BalasHapus
  6. Sangat membantu ๐Ÿ‘๐Ÿ‘

    BalasHapus
  7. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  8. Sebaiknya penulis menambahkan pengertian narasi ekspositorik dan narasi sugestif, serta membuat ciri-ciri dan langkah membuat narasi tersebut.
    Artikel sudah sangat membantu

    BalasHapus
  9. Oke....
    Terima kasih untuk masukannya ๐Ÿ˜Š

    BalasHapus
  10. Good nd biringku๐Ÿ˜Š๐Ÿ‘
    Keren..
    Jangan sia siakan bakat ndu, tunjuk kan kepada seluruh dunia bahwa kamu bisa.
    #semangat๐Ÿ’ช

    BalasHapus
  11. Mantal helena..
    Keren Kali ๐Ÿ™

    BalasHapus
  12. Menurut saya ini sudah bagus terus tingkatkan kemampuanmu len

    BalasHapus
  13. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Feature Sejarah : Tradisi Erlau-Lau/Ndilo Wari Udan (Memanggil Hujan) Dalam Suku Karo

Contoh Feature Sejarah Tradisi Erlau-Lau/Ndilo Wari Udan (Memanggil Hujan) Dalam Suku Karo "Dirr Ko Wari" begitu teriakan warga biasanya sembari memercikkan air kepada siapa saja disekitarnya. Kalimat dalam bahasa Karo itu bisa diartikan sepintas, deraslah hujan menghiasi hari. Tradisi erlau-lau (lau dalam bahasa Karo bermakna Air) merupakan bagian dari ritual budaya untuk memanggil hujan. Ekspresi pengharapan masyarakat Karo pada Sang Maha Memberi agar mereka mendapatkan curahan hujan ditengah kemarau yang panjang. Tradisi Erlau-Lau/Ndilo Wari Udan ini berasal dari desa Ajinembah,Tradisi ini berawal dari sepasang suami istri yang berasal dari desa Barus pindah ke desa Ajinembah. Di daerah dataran tinggi yang mengandalkan pertanian sebagai pencaharian berharap banyak pada hujan. Namun ketika itu kemarau panjang datang. Hujan tak kunjung datang dan banyak tanaman masyarakat kampung gagal panen. Sehingga masyarakat di kumpulkan oleh penghulu kampung di jambur.   Gu...

Contoh Paragraf Persuasif

Bahaya Mengkosumsi Makanan Siap Saji (Fast Food)     Makanan siap saji merupakan jenis makanan yang dikenal, mudah disajikan,praktis,atau olahan dengan cara sederhana. Makanan siap saji ini biasanya berupa lauk pauk dalam kemasan,mie instan, dan lain-lain. Tapi tahukah kalian dampak negatif dari makanan siap saji ini?  Banyak masyarakat yang tidak tahu bahaya apa yang ditimbulkan dari makanan siap saji,salah satu penyakit yang ditimbulkan dari makanan siap saji ini adalah penyakit jantung.    Penyakit jantung yang ditimbulkan akibat makanan siap saji ini karena makanan ini banyak mengandung lemak jenuh.Lemak tersebut dapat menyumbat pembuluh arteri,yang mengakibatkan kolestrol menjadi tinggi. Sehingga orang yang mengkosumsi makanan cepat saji empat kali dalam seminggu 80% beresiko mengalami kematian akibat penyakit jantung.Oleh karena itu untuk menghindari penyakit jantung akibat makanan siap saji,harus mengurangi atau tidak lagi mengkosumsi makanan ...